Meta tampaknya tengah menyiapkan transformasi besar untuk Meta AI. Berdasarkan temuan terbaru dari pembaruan kode dan antarmuka internal, perusahaan induk Facebook dan Instagram ini sedang menguji model AI baru bernama Avocado, sekaligus membangun fondasi AI agent yang jauh lebih canggih dibanding sebelumnya.
Langkah ini menandai ambisi Meta untuk mengejar dan mungkin melampaui fitur yang sudah lebih dulu hadir di ChatGPT, Gemini, dan Claude.
Avocado: Model Baru Meta AI yang Masih Misterius
Dalam sistem internal Meta AI, muncul dua mode baru: Avocado dan Avocado Thinking. Untuk saat ini, hanya Avocado yang terlihat aktif, namun kualitas responsnya masih dinilai belum konsisten.
Belum jelas apakah Avocado benar-benar model baru atau sekadar routing ke model lama. Namun jika Meta memang berencana merilisnya dalam waktu dekat, kualitas akan menjadi faktor krusial karena ekspektasi terhadap model generasi baru sudah sangat tinggi.
Manus AI dan Browser Agent: Meta Masuk ke Era AI Otonom
Setelah resmi mengakuisisi Manus AI, Meta tampaknya langsung mengintegrasikan teknologinya. Di dalam sistem, ditemukan referensi ke browser agent dengan kode nama Sierra.
Fitur yang sedang disiapkan meliputi:
- AI yang bisa menjelajah web secara mandiri
- Scheduled tasks, memungkinkan pengguna menjalankan prompt berulang secara otomatis
- Dukungan voice agent, meski masih dalam tahap awal
Jika dirilis, ini akan mengubah Meta AI dari chatbot biasa menjadi asisten digital yang bisa bekerja secara aktif.

MCP dan OpenClaw: Sinyal Kuat untuk Developer
Salah satu temuan paling menarik adalah referensi ke OpenClaw agent. Mode ini diyakini akan memungkinkan pengguna:
- Menggunakan API key milik sendiri
- Menjalankan model dari berbagai penyedia
- Menghubungkan AI dengan aplikasi eksternal melalui konektor
Jika benar, Meta AI berpotensi menjadi platform AI yang fleksibel dan ramah developer, sejalan dengan sejarah Meta di dunia open source meski model Avocado sendiri kemungkinan tetap bersifat proprietary.
Big Brain Mode dan Multi-Model Strategy
Meta juga terlihat menguji mode bernama Big Brain, konsep di mana beberapa model AI berjalan paralel dan hasil terbaik yang dipilih sebagai jawaban akhir.
Menariknya, kode internal menunjukkan Meta sedang menguji model dari ChatGPT, Gemini, dan Claude untuk keperluan internal. Ini mengindikasikan pendekatan pragmatis: fokus pada hasil terbaik, bukan sekadar model buatan sendiri.
Shopping Assistant dan UI Baru
Selain model dan agent, Meta AI juga mengembangkan:
- Shopping assistant (belum aktif)
- UI berbasis kartu (card-based responses)
- RUX Playground untuk eksperimen pengalaman pengguna
Semua ini sangat relevan dengan ekosistem Meta, terutama Instagram dan Facebook Marketplace, di mana aktivitas belanja sudah menjadi kebiasaan pengguna.
Kesimpulan
Meta AI sedang bergerak menuju platform AI agent terpadu, bukan sekadar chatbot. Dengan kombinasi model baru, browser agent, task automation, dan integrasi terbuka, Meta jelas tidak ingin tertinggal dalam perlombaan AI generatif.
Pertanyaannya kini tinggal satu:
Apakah Avocado cukup kuat untuk bersaing di level tertinggi?
Jawabannya kemungkinan akan kita lihat dalam waktu sangat dekat.