OpenAI resmi meluncurkan Prism, sebuah aplikasi baru yang dirancang khusus untuk membantu peneliti dan akademisi dalam menulis serta mengelola karya ilmiah. Aplikasi ini tersedia gratis untuk semua pengguna dengan akun ChatGPT pribadi dan disebut-sebut sebagai langkah besar OpenAI dalam membawa AI lebih dekat ke dunia sains.
Secara fungsi, Prism bisa dibilang sebagai word processor dan workspace riset berbasis AI. Aplikasi ini terintegrasi penuh dengan LaTeX, sistem penulisan yang hampir wajib digunakan dalam jurnal ilmiah. Bagi peneliti, LaTeX memang sangat kuat, tapi sering kali merepotkan untuk hal-hal seperti menyusun diagram atau bibliografi. Di sinilah Prism mencoba mengambil peran.
Prism dibangun di atas platform LaTeX berbasis cloud bernama Crixet, yang baru saja diakuisisi OpenAI. Kini, AI asisten di dalamnya ditenagai oleh GPT-5.2 Thinking, yang tidak hanya membantu merapikan format dokumen, tetapi juga:
- mencari literatur ilmiah yang relevan,
- membantu menyusun daftar pustaka,
- merevisi dan memperjelas tulisan,
- hingga membantu menyusun materi kuliah dan soal latihan.
Dalam demonstrasi resminya, OpenAI menunjukkan bagaimana Prism bisa secara otomatis menemukan referensi ilmiah yang sesuai dengan isi penelitian dan memasukkannya ke dalam bibliografi. Meski begitu, OpenAI menegaskan bahwa tanggung jawab verifikasi tetap ada di tangan peneliti, bukan AI.
Kevin Weil, Vice President of Science di OpenAI, mengatakan bahwa perusahaan sadar akan kekhawatiran soal kualitas dan kepercayaan dalam publikasi ilmiah. Menurutnya, solusi yang dipilih OpenAI bukan menjauhkan AI dari proses riset, melainkan mengintegrasikannya secara transparan agar peneliti tetap memegang kendali penuh.
Menariknya, Prism tidak dirancang untuk “melakukan riset sendiri”. OpenAI memposisikannya sebagai alat pendamping yang mempercepat pekerjaan manusia, mirip dengan bagaimana AI seperti Cursor atau Claude Code membantu para programmer.
Selain teks, Prism juga memanfaatkan kemampuan visual GPT-5.2. Peneliti bisa membuat diagram dari sketsa sederhana layaknya papan tulis digital—sesuatu yang selama ini dikenal cukup menyulitkan di LaTeX tradisional.
Prism saat ini tersedia melalui aplikasi web dan mendukung proyek tanpa batas serta kolaborasi antar penulis. OpenAI berencana menghadirkannya juga untuk pengguna ChatGPT Business, Team, Enterprise, dan Education dalam waktu dekat. Sementara itu, Crixet tidak lagi ditawarkan sebagai produk terpisah.
Dengan Prism, OpenAI tampaknya ingin menjadikan tahun 2026 sebagai momen penting bagi kolaborasi antara AI dan sains, sama seperti tahun sebelumnya ketika AI mulai mengubah cara orang menulis kode.