Apps

WhatsApp Siap Hadirkan Password Tradisional, Tak Lagi Cuma Andalkan OTP

WhatsApp dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan penting yang sudah lama dinanti: dukungan password tradisional berbasis alfanumerik. Selama ini, aplikasi pesan instan tersebut hanya mengandalkan sistem One-Time Password (OTP) yang dikirim via SMS untuk proses login.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh WABetaInfo, yang menemukan fitur tersebut dalam versi beta Android 2.26.7.8.

Tambahan Lapisan Keamanan

Sejak awal kehadirannya, WhatsApp memang dikenal dengan sistem login berbasis nomor ponsel dan OTP. Cara ini praktis, tetapi bukan tanpa celah. Salah satu risiko terbesar adalah praktik SIM swapping, di mana pelaku kejahatan mengambil alih nomor ponsel korban untuk mendapatkan kode OTP dan masuk ke akun tanpa hambatan berarti.

Sebelumnya, WhatsApp sudah memperkenalkan PIN 6 digit sebagai bagian dari verifikasi dua langkah (2FA). Namun, sistem itu masih dianggap belum cukup kuat menghadapi ancaman pembajakan akun.

Lewat pembaruan ini, pengguna nantinya bisa menambahkan password alfanumerik sebagai lapisan keamanan tambahan. Artinya, jika fitur diaktifkan, proses login bisa melibatkan:

  1. OTP via SMS
  2. PIN 6 digit (2FA)
  3. Password tradisional

Meski begitu, fitur password ini tampaknya bersifat opsional, bukan kewajiban bagi semua pengguna.

password whatsapp

Masih Tahap Uji Coba

Fitur ini saat ini masih dalam tahap pengujian beta dan belum memiliki jadwal rilis resmi. Seperti kebiasaan WhatsApp, fitur baru akan digulirkan secara bertahap jika dinilai stabil dan aman.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa WhatsApp mulai beradaptasi dengan standar keamanan modern yang sudah lama diterapkan oleh banyak platform digital lainnya.

Analisis: Terlambat, Tapi Tetap Relevan

Secara strategis, keputusan menghadirkan password tradisional memang terasa terlambat. Banyak layanan digital sudah sejak lama menggabungkan password dan 2FA sebagai standar keamanan dasar.

Namun, mengingat meningkatnya kasus peretasan akun berbasis OTP, langkah ini tetap relevan. Terutama bagi pengguna yang menyimpan data penting, percakapan sensitif, atau menggunakan WhatsApp untuk kebutuhan bisnis.

Jika diterapkan dengan baik, kombinasi OTP + PIN + password akan membuat pembajakan akun jauh lebih sulit dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *