YouTube Music dilaporkan mulai membatasi akses lirik lagu bagi pengguna gratis. Fitur yang sebelumnya bisa dinikmati tanpa batas ini kini hanya tersedia secara penuh untuk lima lagu pertama, sebelum akhirnya terkunci dan meminta pengguna berlangganan Premium.
Berdasarkan laporan sejumlah pengguna dan temuan media teknologi, tab Lyrics di halaman pemutar lagu kini menampilkan peringatan jumlah sisa tampilan lirik. Setelah kuota habis, pengguna hanya bisa melihat beberapa baris awal, sementara bagian lirik lainnya dibuat buram.
Langkah ini menandai perubahan signifikan, mengingat fitur lirik telah tersedia gratis sejak diperkenalkan YouTube Music pada 2020. Meski demikian, Google belum memberikan konfirmasi resmi terkait kebijakan baru ini. Ada kemungkinan fitur tersebut masih dalam tahap pengujian atau diluncurkan secara bertahap ke pengguna tertentu.
Sejumlah pengamat menilai pembatasan ini dilakukan untuk menekan biaya lisensi lirik yang dibayarkan kepada penyedia pihak ketiga seperti Musixmatch. Jika benar, YouTube Music mengikuti jejak aplikasi Spotify yang sempat mengunci lirik di balik langganan Premium pada 2024, sebelum akhirnya membuka kembali fitur tersebut akibat reaksi keras dari pengguna.
Untuk membuka akses penuh, pengguna harus berlangganan YouTube Music Premium yang dibanderol US$10,99 per bulan di Amerika Serikat. Paket ini menawarkan pemutaran bebas iklan, unduhan offline, fitur berbasis AI, dan sejumlah keunggulan lain dengan harga yang setara dengan layanan pesaing seperti Spotify, Apple Music, dan Amazon Music.
Jika kebijakan ini diterapkan secara permanen, pembatasan lirik berpotensi menjadi faktor penentu bagi pengguna gratis dalam memutuskan apakah akan tetap bertahan atau beralih ke platform lain.