Apps

Pengguna Mulai Tinggalkan TikTok, UpScrolled Jadi Alternatif yang Naik Daun

Perubahan kepemilikan TikTok di Amerika Serikat ternyata membawa dampak besar. Di tengah berbagai masalah teknis dan kontroversi pasca pembentukan entitas baru TikTok versi AS, sejumlah pengguna mulai menghapus aplikasi TikTok dan beralih ke platform alternatif. Salah satu yang paling diuntungkan adalah aplikasi independen bernama UpScrolled.

Menurut data dari perusahaan analitik Sensor Tower, jumlah uninstall TikTok di AS melonjak hingga 150 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Meski jumlah pengguna aktif harian TikTok masih naik tipis sekitar 2 persen, pertumbuhannya terbilang stagnan dari minggu ke minggu.

TikTok sendiri mengakui adanya sejumlah masalah teknis, termasuk:

  • Gangguan pada algoritma rekomendasi
  • Jumlah view yang tidak akurat
  • Waktu loading yang lebih lambat

Perusahaan menyebut penyebabnya adalah pemadaman listrik di pusat data, namun hingga kini belum memberikan kepastian kapan perbaikan akan selesai.

UpScrolled Kebanjiran Pengguna Baru

Di saat yang sama, UpScrolled justru mengalami lonjakan popularitas secara drastis. Aplikasi ini kini:

  • Masuk 10 besar aplikasi terpopuler di App Store AS
  • Menjadi aplikasi media sosial nomor dua di AS (di bawah Threads)
  • Menembus 5 besar di Inggris dan Australia

Berdasarkan data dari Appfigures, UpScrolled mencatat sekitar 41.000 unduhan hanya dalam tiga hari, tepat setelah kesepakatan kepemilikan TikTok di AS diumumkan. Angka tersebut setara dengan hampir sepertiga dari total unduhan sepanjang hidup aplikasi.

Secara total, UpScrolled telah diunduh sekitar 140.000 kali di iOS dan Android, dengan lebih dari 75.000 unduhan berasal dari AS. Sebelumnya, aplikasi ini hanya mencatat kurang dari 500 unduhan per hari.

Lonjakan pengguna ini bahkan sempat membuat server UpScrolled kewalahan. Melalui akun X, tim pengembang meminta pengguna bersabar sambil meningkatkan kapasitas layanan.

Alternatif Media Sosial Tanpa Algoritma “Gelap”

UpScrolled dikembangkan oleh Issam Hijazi, seorang teknolog asal Australia. Aplikasi ini menggabungkan elemen dari Instagram dan X, memungkinkan pengguna berbagi foto, video pendek, dan teks, serta berinteraksi lewat pesan langsung.

Berbeda dari platform besar, UpScrolled mengedepankan:

  • Feed kronologis sebagai default
  • Janji tanpa shadowban
  • Setiap unggahan mendapat kesempatan yang adil untuk dilihat

Saat ini UpScrolled belum menampilkan iklan, meskipun pihak pengembang mengakui iklan kemungkinan akan hadir di masa depan.

Dampak Akuisisi TikTok di AS

Gelombang migrasi pengguna ini tak lepas dari kekhawatiran terhadap TikTok pasca pembentukan perusahaan patungan baru yang mayoritas dimiliki investor AS. ByteDance kini memiliki kurang dari 20 persen saham, sementara investor seperti Oracle, Silver Lake, dan MGX memegang porsi besar.

Sejumlah pengguna dan tokoh publik sempat menuduh TikTok melakukan pembatasan konten politik tertentu, termasuk isu protes dan kebijakan imigrasi. TikTok membantah tudingan tersebut dan kembali menyalahkan gangguan teknis.

Kekhawatiran juga meningkat setelah TikTok memperbarui kebijakan privasinya yang memungkinkan pelacakan lokasi GPS, memicu ajakan untuk menghapus aplikasi dan beralih ke platform lain seperti UpScrolled.

Bukan Satu-satunya Alternatif

UpScrolled bukan satu-satunya platform yang menikmati situasi ini. Aplikasi lain seperti Skylight, yang dibangun di atas teknologi open source, juga dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 380.000 pendaftar.

Meski belum tentu semua pengguna akan meninggalkan TikTok secara permanen, situasi ini menunjukkan adanya ruang bagi media sosial alternatif yang menawarkan transparansi dan kontrol lebih besar bagi penggunanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *