Samsung kembali menunjukkan ambisinya di ranah chipset flagship. Chip terbaru mereka, Exynos 2600, dikabarkan tampil superior dalam pengujian grafis ray-tracing, bahkan mengungguli dua rival terbesarnya dari Qualcomm dan MediaTek.
Dalam uji In Vitro 1.0 Mobile Raytracing, GPU Xclipse 960 yang tertanam di Exynos 2600 mencetak skor 8.321 poin. Angka ini menempatkannya di puncak daftar performa ray-tracing untuk perangkat mobile saat ini.
Sebagai perbandingan, GPU Adreno 840 milik Snapdragon 8 Elite Gen 5 meraih 7.649 poin. Sementara itu, GPU Mali-G1 Ultra MC12 dari MediaTek Dimensity 9500 mencatatkan 7.075 poin.
Artinya, solusi grafis Samsung unggul sekitar 8,8% dibanding Qualcomm dan 17,6% atas MediaTek โ setidaknya dalam skenario ray-tracing.

RDNA 4 Jadi Senjata Utama
Keunggulan ini tak lepas dari penggunaan arsitektur AMD RDNA 4, menjadikan Xclipse 960 sebagai GPU mobile pertama yang mengadopsi teknologi tersebut. Langkah Samsung menggandeng AMD tampaknya mulai membuahkan hasil, terutama dalam aspek grafis realistis seperti ray-tracing yang semakin relevan untuk game mobile generasi baru.
Jika hasil benchmark ini konsisten dalam penggunaan nyata, maka Exynos 2600 berpotensi menjadi daya tarik utama pada lini Galaxy S26 yang akan datang.
Namun Perlu Dicatat
Benchmark bukanlah segalanya. Performa dunia nyata tetap bergantung pada optimasi software, efisiensi daya, serta manajemen suhu perangkat. Selain itu, Samsung juga masih kemungkinan menggunakan chipset Qualcomm di beberapa wilayah pasar.
Meski begitu, satu hal menjadi jelas: Samsung tampaknya serius ingin kembali bersaing di liga atas chipset flagship.
Apakah ini momentum kebangkitan Exynos? Kita tunggu pembuktiannya saat Galaxy S26 resmi meluncur.