Telegram resmi merilis pembaruan besar untuk aplikasi Android dengan menghadirkan desain baru berbasis Liquid Glass, menandai perubahan visual paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pembaruan ini mulai digulirkan secara luas melalui Telegram for Android versi 12.4.0 di Google Play Store.
Desain Liquid Glass sebelumnya telah diperkenalkan secara bertahap sepanjang tahun lalu, namun kini Telegram benar-benar mengadopsinya secara menyeluruh di Android. Pembaruan ini mengikuti jejak versi iOS yang lebih dulu mendapatkan dukungan penuh Liquid Glass pada awal Januari 2026.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah kehadiran empat tab navigasi di bagian bawah layar, yang terdiri dari Chats, Contacts, Settings, dan Profile. Tata letak ini mengingatkan pada pendekatan desain iOS, di mana bilah navigasi tetap terlihat meskipun pengguna menggulir konten.
Selain itu, Telegram juga menghapus menu samping (hamburger menu) yang selama ini menjadi ciri khas aplikasi. Sejumlah fitur seperti pembuatan grup baru kini dipindahkan ke menu tiga titik di pojok kanan atas layar obrolan.
Elemen visual transparan dan efek kaca menjadi lebih dominan, terutama saat menggunakan mode terang (light mode). Meski tidak sepenuhnya identik dengan implementasi Liquid Glass di iOS, pendekatan desain ini jelas terinspirasi dari bahasa desain terbaru Apple yang menekankan kedalaman visual, transparansi, dan animasi halus.
Namun, respons pengguna terhadap desain baru ini terbilang beragam. Sejumlah pengguna menyuarakan ketidakpuasan mereka di media sosial dan forum komunitas, mengkritik perubahan navigasi dan tampilan yang dianggap terlalu “iOS-sentris” untuk platform Android.
Terlepas dari kontroversi tersebut, pembaruan ini menegaskan arah baru Telegram dalam menyatukan identitas visual lintas platform, sekaligus menunjukkan keberaniannya melakukan perubahan besar pada antarmuka pengguna.