Games

Roblox hentikan aplikasi seluler Cina dan menyiapkan versi baru

roblox

Roblox menutup aplikasi iOS dan Android versi China. Memiliki nama lain LuoBuLeSi, hanya lima bulan setelah rilis di China, menurut laporan dari TechCrunch. Aplikasi, yang rilis sebagai uji coba dalam kemitraan dengan perusahaan game China Tencent, akan dibangun kembali dan berpotensi rilis ulang di negara tersebut di kemudian hari.

Roblox secara resmi hilang dari toko aplikasi pada 8 Desember tahun lalu, seperti yang terlihat pada versi terjemahan situs web Roblox China. Postingan tersebut berterima kasih kepada para pemain karena telah menguji aplikasi, dan mengatakan bahwa pengembang akan “terus mengoptimalkan produk.”

“Tahun lalu, kami meluncurkan Roblox China atau nama lainnya adalah LuoBuLeSi dengan visi untuk membangun dunia virtual pengalaman 3D yang imersif di China yang telah kami uji dan ulangi selama ini”. Kata juru bicara Roblox James Kay dalam sebuah pernyataan kepada The Verge.

“Sangat penting bahwa kami sekarang melakukan investasi. Termasuk investasi dalam arsitektur data kami, untuk mewujudkan visi jangka panjang kami untuk LuoBuLeSi.”

Mengenai mengapa aplikasi Roblox menghilang. Kay mengatakan bahwa “sejumlah tindakan sementara yang penting diperlukan” saat platform bersiap untuk membangun versi aplikasi yang lain. Kay juga tidak membagikan detail tambahan tentang kapan versi baru akan rilis, mencatat bahwa perusahaan akan membuat informasi publik ketika saatnya tiba.

Debut singkat Roblox di Tiongkok tidak lepas dari tantangan. Financial Times melaporkan bahwa platform tersebut tampaknya berjuang melawan pesaing Tiongkok, seperti Reworld milik ByteDance yang serupa.

Selain itu, perusahaan menghadapi tantangan yang lebih besar: China sendiri. Financial Times mencatat bahwa Roblox tunduk pada standar peraturan China, meskipun memasarkan produknya sebagai game edukasi, yang mengakibatkan penyensoran beberapa fiturnya.

roblox

Roblox di Cina resmi hilang dari pasar

Penutupan Roblox China, meskipun sementara, menandai penghentian tiba-tiba dari game populer lainnya di negara tersebut. Pada bulan November, Epic Games menutup pengujian Fortnite di China tanpa banyak penjelasan. Meskipun game tersebut memiliki modifikasi berat untuk mematuhi aturan konten ketat China.

Yang lebih mengejutkan, versi global Steam tampaknya tidak mendapat ijin di China pada akhir Desember. Mungkin untuk menggantikan layanan dengan versi China yang jauh lebih terbatas.

Menjelang semua penghentian terkait game ini, regulator China membandingkan video game dengan “candu spiritual”. Dan mulai membatasi waktu layar anak-anak hanya tiga jam per minggu.

Ini merupakan tambahan dari jam malam yang melarang anak-anak bermain game antara pukul 10 malam dan 8 pagi, yang seharusnya memerangi kecanduan video game.

Comments

Most Popular

To Top